Zakat fitra menjadi kewajiban setiap muslim menjelang Hari Raya Idulfitri. Setiap tahun, pertanyaan yang paling sering muncul adalah berapa besaran zakat fitra yang harus dibayarkan.
Memasuki Ramadan 2026, ketentuan zakat fitra kembali menjadi perhatian masyarakat karena berkaitan langsung dengan kewajiban ibadah sekaligus kepedulian sosial.
Besaran zakat fitra 2026 ditetapkan berdasarkan harga bahan pokok, terutama beras yang menjadi makanan utama masyarakat Indonesia.
Penetapan nominal biasanya diumumkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Kementerian Agama sebagai acuan resmi bagi umat Islam.
Informasi berikut membahas secara lengkap nominal zakat fitra 2026, dasar perhitungan, cara membayar, hingga waktu terbaik menunaikannya.
Pengertian Zakat Fitra dan Kewajibannya
Zakat fitra adalah zakat yang wajib ditunaikan setiap muslim pada bulan Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Tujuan utama zakat fitra bukan hanya menyucikan diri setelah menjalankan puasa, tetapi juga membantu masyarakat yang membutuhkan agar dapat merayakan Lebaran dengan layak.
Kewajiban ini berlaku bagi:
- Muslim laki-laki dan perempuan
- Anak-anak hingga orang dewasa
- Orang yang memiliki kelebihan makanan pokok pada malam Idulfitri
Artinya, setiap anggota keluarga wajib dibayarkan zakat fitranya oleh kepala keluarga.
Besaran Zakat Fitra 2026 Menurut BAZNAS
BAZNAS menetapkan zakat fitra berdasarkan standar makanan pokok sebanyak 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras per jiwa. Ketentuan ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menetapkan zakat fitra sebesar satu sha’ makanan pokok.
Nominal Zakat Fitra 2026 (Perkiraan Nasional)
Untuk tahun 2026, kisaran besaran zakat fitra dalam bentuk uang mengikuti harga rata-rata beras konsumsi masyarakat:
- Beras: 2,5 kg per orang
- Uang: sekitar Rp45.000 – Rp60.000 per jiwa (menyesuaikan harga beras daerah)
Nominal bisa berbeda di setiap wilayah karena harga beras tidak sama di seluruh Indonesia. Kota besar biasanya memiliki nilai zakat lebih tinggi dibanding daerah lain.
BAZNAS daerah biasanya mengumumkan angka resmi mendekati Ramadan agar sesuai dengan kondisi pasar terbaru.
Penetapan Zakat Fitra oleh Kementerian Agama
Kementerian Agama tidak menetapkan angka tunggal secara nasional, melainkan memberikan pedoman perhitungan berdasarkan harga makanan pokok di daerah masing-masing.
Beberapa prinsip yang digunakan:
- Mengacu pada konsumsi beras mayoritas masyarakat.
- Menggunakan kualitas beras yang biasa dikonsumsi sehari-hari.
- Mengutamakan kemaslahatan penerima zakat.
Karena itu, besaran zakat fitra di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, atau luar Pulau Jawa dapat berbeda.
Cara Menghitung Besaran Zakat Fitra 2026
Perhitungan zakat fitra sebenarnya sangat sederhana.
Rumus Dasar
Jumlah anggota keluarga × besaran zakat per orang.
Contoh Perhitungan
Jika dalam satu keluarga terdapat 4 orang dan nominal zakat fitra Rp50.000 per jiwa:
4 × Rp50.000 = Rp200.000
Total zakat fitra keluarga tersebut adalah Rp200.000.
Jika memilih membayar dengan beras, maka:
4 × 2,5 kg = 10 kg beras
Zakat Fitra Dibayar Beras atau Uang?
Di Indonesia, pembayaran zakat fitra diperbolehkan menggunakan dua cara:
1. Menggunakan Beras
Cara ini mengikuti praktik langsung pada masa Rasulullah SAW. Beras diberikan kepada amil atau langsung kepada mustahik.
2. Menggunakan Uang
Mayoritas lembaga zakat memperbolehkan pembayaran dengan uang karena lebih praktis dan memudahkan distribusi bantuan sesuai kebutuhan penerima.
Keduanya sah selama nilai yang diberikan setara dengan harga makanan pokok.
Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitra
Zakat fitra memiliki waktu pelaksanaan yang jelas dalam syariat.
Waktu yang Dianjurkan
- Sejak awal Ramadan hingga sebelum salat Idulfitri.
Waktu Paling Utama
- Malam takbiran hingga sebelum salat Id.
Waktu Makruh
- Setelah salat Idulfitri (statusnya menjadi sedekah biasa).
Membayar lebih awal membantu lembaga zakat menyalurkan bantuan tepat waktu kepada penerima.
Siapa Saja yang Berhak Menerima Zakat Fitra?
Penerima zakat disebut mustahik. Berdasarkan ketentuan syariat, zakat diberikan kepada golongan berikut:
- Fakir
- Miskin
- Amil zakat
- Muallaf
- Riqab (hamba sahaya)
- Gharimin (orang berutang)
- Fi sabilillah
- Ibnu sabil
Namun dalam praktik zakat fitra, prioritas utama biasanya diberikan kepada fakir dan miskin di lingkungan sekitar.
Mengapa Besaran Zakat Fitra Berubah Setiap Tahun?
Besaran zakat fitra tidak tetap karena dipengaruhi oleh beberapa faktor:
- Kenaikan harga beras nasional
- Inflasi bahan pokok
- Kondisi ekonomi daerah
- Standar konsumsi masyarakat
Karena itu, nominal zakat fitra selalu diperbarui setiap Ramadan agar tetap adil dan relevan.
Dampak Sosial Zakat Fitra bagi Masyarakat
Zakat fitra memiliki dampak sosial yang besar, terutama menjelang Lebaran.
Beberapa manfaat nyata antara lain:
- Membantu keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan pangan.
- Mengurangi kesenjangan sosial saat hari raya.
- Menguatkan solidaritas antar masyarakat.
- Membersihkan jiwa dari sifat kikir setelah Ramadan.
Distribusi zakat yang tepat juga membantu perputaran ekonomi lokal karena bantuan langsung digunakan untuk kebutuhan pokok.
Cara Membayar Zakat Fitra 2026 Secara Praktis
Saat ini pembayaran zakat semakin mudah dilakukan melalui berbagai metode:
- Masjid terdekat
- Unit Pengumpul Zakat (UPZ)
- Lembaga resmi BAZNAS
- Platform digital dan aplikasi pembayaran
Pastikan pembayaran dilakukan melalui lembaga terpercaya agar penyaluran tepat sasaran.
Kesimpulan
Besaran zakat fitra 2026 menurut BAZNAS dan Kementerian Agama tetap mengacu pada standar 2,5 kg beras atau nilai uang setara, dengan kisaran sekitar Rp45.000 hingga Rp60.000 per orang tergantung wilayah. Penyesuaian nominal dilakukan agar zakat tetap relevan dengan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Zakat fitra bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga sarana berbagi kebahagiaan menjelang Idulfitri. Dengan menunaikan zakat tepat waktu dan sesuai ketentuan, keseimbangan sosial dapat terjaga dan semangat Ramadan semakin terasa maknanya.
FAQ Seputar Besaran Zakat Fitra 2026
Berapa zakat fitra 2026 per orang?
Kisaran nasional sekitar Rp45.000–Rp60.000 atau setara 2,5 kg beras, tergantung harga daerah masing-masing.
Apakah zakat fitra boleh dibayar uang?
Boleh, selama nilainya setara dengan harga makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari.
Kapan batas akhir bayar zakat fitra?
Sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Setelah itu statusnya menjadi sedekah biasa.
Apakah bayi wajib zakat fitra?
Ya, selama bayi lahir sebelum malam Idulfitri, zakat fitra tetap wajib dibayarkan.
Lebih baik bayar zakat fitra di awal atau akhir Ramadan?
Lebih awal lebih baik karena membantu percepatan distribusi kepada penerima.


